Diagonal Select - Hello Kitty 2

Senin, 08 September 2014

PERKEMBANGAN WEB

Dewasa ini, perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Pengetahuan ini sangat penting bagi kita yang berkecimpung di bidang web development dan jenis bidang lain yang terkait. Wawasan ini sedikit banyak dapat memberi pengetahuan bagi pengembang web, bagaimana sebenarnya tren teknologi web saat ini, sehingga para developers dapat berkreatifitas dan berinovasi dengan berpijak pada tren teknologi web saat ini. Secara khusus tidak ada ilmu yang mempelajari pengklasifikasian website, namun beberapa praktisi di bidang teknologi website maupun teknologi informasi membagi bagi jenis website berdasarkan teknologi dan cara penggunaannya menjadi web 1.0, 2.0 dan 3.0. <——>Web 1.0<——> Web 1.0 merupakan teknologi awal dari sebuah website, teknologi ini masih statis dimana antara pembuat website dan penikmat website hanya terjadi komunikasi 1 arah dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan penikmat hanya sebagai pembaca, ya layaknya seperti membaca Koran atau majalah, bedanya kegiatan membaca lewat computer, aktifitas ini hanya sebatas searching. Halaman pada web ini masih terkesan “biasa”, bahasa yang digunakan juga masih bahasa HTML saja. <——>Web 2.0<——> Era Web 2.0 akhirnya datang juga sekitar tahun 2003 atau 2004, para pengguna website-pun mulai dimanjakan dengan berbagai fasilitas, kita bisa berkomunikasi 2 arah, tidak hanya dengan webmaster atau adminnya namun dengan orang lain tidak terbatas pada satu wilayah saja, tetapi juga di belahan dunia yang lain, kita dapat membuat suatu komunitas tanpa harus bertemu secara fisik, informasi semakin mudah didapat dengan halaman web yang menarik, sehingga kita tidak bosan dan masih banayak lagi Menurut O’Reilly media, ada beberapa karakteristik dari web 2.0, yaitu : #The Web as Platform Website dalam aplikasi web 2.0 kini adalah platform, jadi kita dapat mengerjakan semuanya dengan menggunakan media internet, biasanya kita menggunkan media deskstop untuk mengerjakan penulisan, penghitungan maupun presentasi namun kita dapat langsung mengerjakannya melalui internet. Seperti juga mengonversi file-file berekstensi .pdf menjadi .doc dapat kita lakukan di website penyedia layanan pdf converter online. #Harnessing Collective Intelligence Nah yang ditunggu-tunggu, maksud dari pernyataan diatas web 2.0 memiliki kinerja yang unik, dia memanfaatkan tulisan orang untuk mengisi kontennya secara kolektif, jadi sudah tidak ngetrend admin mengisi sendiri konten webnya, contohnya seperti website social networking friendster.com yang lagi booming di Indonesia, friendster hanya sebagai media, sedangkan yang mengisi konten adalah kita sebagai user #Data is the Next Intel Inside Slogan “Intel Inside” telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya. Nah, hal ini juga yang dipraktekan para penyuplai data kepada para pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan, jadi pada era web 2.0 data sangatlah penting dan harus di update setiap waktu. #End of the Software Release Cycle Pengembang Software mesti merubah cara penjualan karena di era web 2.0 kalau mau pakai software tidak perlu repot menginstall, sekarang aplikasi sudah dapat digunakan langsung, sekarang jamannya software tidak dijual “paketan” lagi tapi sudah jadi layanan di internet karena website sudah dapat menjadi platform untuk menjalankan program, kalau dulu software keluar tiap 3 bulan sekali. maka hari ini esok dan seterusnya software keluar tiap hari alias selalu di update setiap waktu jadi produsen yang lambat akan ketinggalan dan kalah dalam persaingan karena aplikasi sudah jadi layanan secara real time di internet. #Lightweight Programming Models Kalau yang ini maksudnya web 2.0 pembuatannya menggunakan bahasa yang “ringan”, jadi suatu aplikasi bisa kita buat menjadi aplikasi baru, seperti google map bisa dibuat untuk program aplikasi HousingMap. Ya seperti uraian diatas kurang lebih gambaran dari web 2.0, menurut perkiraan para pengamat internet web 3.0 akan berkembang di tahun 2010-2020 mendatang, namun menurut riset, sudah ada yang mulai membangun website dengan konsep web 3.0. <——>Web 3.0<——> Kalau dilihat dari sejarahnya banyak bermunculan opini atau kontrorversi siapa yang mengemukakan ide pertama kali tentang konsep ini antara Tim burners-leep ada tahun 2001 dengan Jhon Markoff yang pertama kali memunculkan ide pada tahun 2006. Belum ditemukan definisi yang jelas dari web 3. Berikut ini beberapa karakteristik dari web 3.0 yang saya kutip dari PC magazine dan Sramana yaitu : Menurut PC magazine karakteristik dari web 3.0 adalah : • Semantic Web. Sebuah web dengan kemampuan membaca situs semudah manusia membacanya. Satu informasi yang dibutuhkan oleh manusia dapat dengan mudah tersajikan dengan korelasi informasi yang tepat dan cepat. • The 3D Web. Nuansa Web semakin menarik dengan adanya kemampuan visual 3D. Tanpa harus meninggalkan rumah maka kita dapat mengunjungi berbagai tempat di dunia lain secara virtual dengan kemampuan akses data dan interaksi secara realtime. • The Media-Centric Web. Keyword bukan lagi satu-satunya cara untuk mendapatkan informasi yang dituju. Photo, audio, video akan menjadi cara lain untuk mencari informasi yang kita inginkan. . • The Pervasive Web. Web akan dengan mudah diakses dengan berbagai cara dan alat berbeda. Intinya everywhere, anytime dapat akses web. Sementara kemudahan koneksi akan semakin berkembang, berbagai alat-alat elektronika akan mendukung upaya kemudahan koneksi internet. Maka koneksi internet tidak hanya sebatas di kantor, kampus saja, bahkan di kereta, bis, pasar, kamar tidur dll. Sedangakan menurut Sramana web 3.0 dapat di formulasikan sebagai berikut: Web 3.0 = (4C + P + VS) dimana : 4 C : Content, Commerce, Community, Context P : Personality VS : Virtual Search Dengan formulasi tersebut, maka Web 3.0 adalah : a personal assistant who knows practically everything about you and can access all the information on the Internet to answer any question. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Pada generasi web 3.0 sudah seperti asisten pribadi kita. Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan. Web ini dapat menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. Ya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita. Secara umum web 3.0 ini terdiri dari : • Web semantik • Format mikro • Pencarian dalam bahasa pengguna • Penyimpanan data dalam jumlah besar • Pembelajaran lewat mesin • Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

ARSITEKTUR THREE TIER

Konsep pemrogramman three tier (3 tier) atau yang biasa disebut dengan konsep client server programming merupakan konsep pemrograman yang terdiri dari 3 komponen logic layer yang saling berkaitan . Berikut gambaran secara umum untuk arsitektur pemrogramman model three-tier memiliki 3 fungsionalitas sistem yang independent, yaitu 1. Komponen klien (Client application) yaitu komponen yang berjalan diatas local komputer user / client. (tier 1) Pada layer ini , akses tidak bisa sampai pada RDBMS layer jika tidak ada koneksi ke aplikasi server (layer 2 / tier 2) . 2. Aplikasi server (Aplication server) yaitu komponen yang berjalan pada remote server yang berfungsi sebagai koneksi antara klien dengan database system. (Tier 2). Pada layer ini , merupakan layer yang menghubungkan antara layer client (tier 1) dengan layer RDBMS Application (tier 3). layer ini berisi package, objek, method, fungsi dan segala aktifitas query yang akan dijalankan pada layer 3 / tier 3 (RDBMS Application). 3. Aplikasi RDBMS (RDBMS Application) yaitu kumpulan database , data resource manager dan aplikasi mainframe (Tier 3). Pada layer ini, berisi kumpulan database dan data resource manager yang merupakan pusat database suatu sistem. Layer 3 / tier 3 atau aplikasi RDBMS , tidak bisa diakses secara langsung melalui layer 1 / tier 1 atau aplikasi klien. jika aplikasi klien tidak terkoneksi ke layer 2 / tier 2 atau aplikasi server . Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan. Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya. Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke komputer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan. Kelebihan arsitektur Three Tier : - Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil. Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah. Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client. - Keamanan dibelakang firewall.Transfer informasi antara web server dan server database optimal. Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah. Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database. Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier : - Keluwesan teknologi. - Mudah untuk mengubah DBMS engine. - Kemungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda - Biaya jangka panjang yang rendah. - Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan. - Keunggulan kompetitif. - Kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi Kekurangan arsitekture Three Tier : - Lebih susah untuk merancang - Lebih susah untuk mengatur - Lebih mahal Beberapa software aplikasi yang biasa menggunakan konsep 3 tier yaitu : sybase, webspherre, java , dll

Minggu, 17 Maret 2013

Refleksi 02 Alpro (Algoritma dan Pemograman)

Assalamualaikum Wr.Wb.

pada pertemuan yang kedua pada mata kuliah ALPRO materi yang kita bahas adalah SEKUEN. 
SEKUEN
  • sederetan pernyataan-pernyataan yang urutan dan pelaksanaan eksekusinya runtut, yang lebih dahulu ditemukan (dibaca) akan dikerjakan (dieksekusi) lebih dulu.
  • Bila urutan pernyataan dibalik, akan mempunyai makna yang berbeda.
di mata kuliah ini dosen menyuruh mahasiswa untuk membuat kelompok setiap kelompok maksimal 3 mahasiswa, kemudian dosen memberikan tugas yaitu membuat algoritma dan pemrograman  yang dikerjakan dg raptor dan kemudian di generate ke C++
berikut hasilnya dg menggunakan raptor :

Refleksi 01 Alpro (Algoritma dan Pemograman)

Assalamualaikum. Wr. Wb
Ini adalah postingan pertama saya di mata kuliah algoritma dan pemograman atau yang sering di sebut Alpro lebih tepatnya refleksi.
Apa sih refleksi itu?
intinya aja ya, refleksi itu adalah salah satu aktivitas dimana kita mengulang kembali materi yang telah di dapat di mata kuliahtersebut  khususnya mata kuliah Alpro. Tujuan nya agar kita dapat melihat kekurangan ataupun kelebihan yang sudah kita pelajari hari ini.
Pada pertemuan pertama di mata kuliah Alpro, awalnya kita perkenalan terlebih dahulu seperti di mata kuliah yang lain nya :